Minggu, 22 Maret 2020

"Pengasihan Surat Yaasiin : 72."

Saya (Ghozali) mendapatkan amalan ini dari kedua Guru saya, yakni yang bernama Mu'allim Kiai Syarifuddin, S.Pd.I dan Al-Ustadz Muhammad Fadhil Ichsan, S.Pd.I (Pimpinan Majlis Mushayyana Almadad, Jepara).

Amalan ini berkhasiat untuk menimbulkan rasa sayang kepada seseorang yang dituju untuk si pembaca-nya.

(1). Adapun kaifiat (tata cara-nya) ialah sebagai berikut :

• Sediakan air sebanyak dua gelas atau dua botol, yang mana kedua air ini nanti akan diminumkan kepada si pembaca dan si target.

• Bacakan Surat Yaasiin ayat 72 pada kedua air tersebut dengan kaifiat seperti ini :

و ذللنها لهم فمنها ركوبهم و منها يأكلون

Pada waktu setelah mengucap dhamir (ها) sebutlah nama perempuan yang dimaksud. Dan pada waktu setelah mengucap dhamir (هم) untuk diri pembaca.

Bacalah dengan sesuai kaifiat tersebut diatas sebanyak 72 kali.

• Setalah selesai membaca kaifiat yang diatas itu sebanyak 72 kali, maka tutuplah dengan do'a ini :

 اللهم عطف قلب (sebut nama si target; Fulanah Binti Fulan) علي (nama kita; si pembaca; Fulan Bin Fulan).

Allaahumma 'Athif Qalba .............. 'Alayya .........

(2). Adapun kaifiat (tata cara-nya) ialah sebagai berikut :

Bacalah Surat Yaasiin ayat 72 tersebut sebanyak 313 kali tiap malam, kecuali dihari Jumu'at. Khusus dihari Jumu'at dibaca-nya ba'da (sesudah) shalat Shubuh sekitar pukul 05:30 WIB.

Membaca-nya haruslah sambil membayangkan wajah si target yang dituju.

Dan kerjakan kaifiat yang kedua ini selama 9 hari, maka Insyaa Allah dapat dirasakan efek-nya.

Silahkan untuk mencoba-nya, dan semoga sukses!!

Bila dirasa masih kurang jelas dalam memahami amalan ini, silahkan hubungi nomor ini 089654875725.

***

Saya (Ghozali) mendapatkan Ijazah kaifiat yang pertama dari Gurunda Mu'allim Kiai Syarifuddin, S.Pd.I, melalui pesan WhatsApp, pada 25 Februari 2020, pukul 19:20 - 26 Februari 2020, pukul 08:51 WIB.

Saya (Ghozali) mendapatkan Ijazah kaifiat yang kedua dari Al-Ustadz Muhammad Fadhil Ichsan, S.Pd.I, melalui pesan WhatsApp, pada 10 April 2020, pukul 13:52 - 14:10 WIB.

Penulis : Ghozali Hasan Siregar Almandili.

"Azimat Penangkal Wabah Penyakit, Dari Al-Habib Abu Bakar Bin Umar Bin Yahya (Surabaya)."

Berkata Al-Habib Abu Bakar Bin Umar Bin Yahya (Surabaya), didalam Kitab-nya yang berjudul 'Al-Mawaa'id Fii Syattaal Fawaa'id', Halaman 29 :

قال الحبيب أبو بكر بن عمر ابن يحي في كتابه 'الموائد في شتى الفوائد'، صفحة ٢٩ :

فائدة : هذه عزيمة للوباء تكتب و تحمل فإن الوباء بإذن الله لم يقرب حاملها و هي عن الحبيب محسن بن علوي السقاف نفع الله به آمين، و هي هذه : (بسم الله الرحمن الرحيم، و صلى الله على سيدنا محمد و آله و صحبه و سلم، اللهم سكن هيبة صدمة، قهرمان الجبروت بألطافك الخفية الدائرة النازلة من باب الملكوت حتى تشفي بلطفك خلقك و تعينهم و تقيهم عن إنزال قدرتك، يا ذالقدرة الكاملة و الرحمة الشاملة، يا ذالجلال و الإكرام، و صلى الله على سيدنا محمد و آله و صحبه و سلم).

Faidah : Azimat ini untuk menghadapi wabah penyakit, cara-nya ditulis dan dibawa, karena sesungguh-nya dengan izin Allah, wabah penyakit tidak bisa mendekati pada orang yang membawa-nya. Faidah ini diperoleh dari Al-Habib Muhsin Bin Alwi Assegaf (Seiwun). Kalimat-nya sebagai berikut :

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wa Shallallaahu 'Alaa Sayyidinaa Muhammadin Wa Aalihi Wa Shahbihi Wa Sallam, Allaahumma Sakkin Haibata Shadamata, Qahrimaanil Jabaruuti Bi'althaafikal Khafiyyatiddaa'iratin Naazilati Min Baabil Malakuuti Hattaa Tusyfiya Biluthfika Khalqika Wa Tu'iinahum Wa Taqiyyahum 'An Inzaali Qudratika, Yaa Dzalqudratil Kaamilati Warrahmatisy-Syaamilati, Yaa Dzaljalaali Wal Ikraam, Wa Shallallaahu 'Alaa Sayyidinaa Muhammadin Wa Aalihi Wa Shahbihi Wa Sallam.

Penulis : Ghozali Hasan Siregar Almandili.

Sabtu, 21 Maret 2020

"Do'a Malam 27 Rajab."

Oleh : Baginda K.H.Rizqi Dzulqarnain Ashmat Albatawi, MA (Mu'assis Yayasan Al-Mu'afah, Jln.Tipar Cakung).

Al-'Arifbillah Al-Imam Muhammad Bin Abdul Wahid Annazhifi (1270 H - 1366 H), salah satu 'Ulama kharismatik dalam Thariqah Tijaniyah yang mendapat gelar Al-'Allamatul Auhad (orang yang memilki banyak ilmu yang jarang sekali tandingan-nya) semoga rahmat Allah selalu tercurah kepada Beliau. Aamiin.

Beliau mengatakan, 'Siapa saja yang membaca Do'a ini pada malam 27 Rajab, maka dengan izin Allah Ta'aalaa akan diijabah segala do'a-nya, diangkat kedudukan-nya, dan dihidupkan hati-nya dengan aneka kebaikan.

Do'a tersebut sebagai berikut :

اللهُمَّ اِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّيْنَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ، حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ، أَنِ ارْحَمْ قَلْبِي الْحَزِيْنَ، وَتُجِيْبَ دَعْوَتِي يَا أَكْرَمَ اْلأَكْرَمِيْنَ.

Artinya : "Yaa Allah, aku memohon kepada Mu dengan keagungan diperlihatkan-nya rahasia-rahasia para Ahlul Mahabbah dengan kemuliaan Khalwat (pertemuan tersembunyi) yang hanya Engkau berikan kepada Nabi Muhammad pemimpin para Rasul ketika Engkau berikan kesempatan kepada beliau pada malam 27 Rajab, berikanlah hati ku yang sedang galau akan kasih sayang Mu serta kabulkan do'a-do'a ku, Wahai yang Maha memiliki kedermawanan."

Para Ahli Ma'rifah mengatakan bahwa keutamaan do'a diatas sangat besar sekali dalam meraih cita-cita dan mendatangkan hajat dengan segera, menepis kesedihan, menolak bala, dan menolak musibah.

Silahkan dibaca sebanyak 7 kali, 11 kali, sebanyak bilangan ganjil, dan boleh juga 100 kali, sebanyak-banyaknya.

Berikut ini adalah video penjelasan dari Baginda K.H.Rizqi Dzulqarnain Ashmat Albatawi, MA mengenai do'a ini : https://www.youtube.com/watch?v=QG4ZmyVk8GA&t=302s

Adapun Sanad Muttashil (yang bersambung) sampai kepada Al-Imam Muhammad Bin Abdul Wahid An-Nazhifi RA adalah sebagai berikut :

الفقير غزالي حسن سيراغر المنديلي عن الحاج رزقي ذو القرنين أصمت البتاوي الشاكونجي عن فضيلة الاستاذ المحقق العلامة المدقق سيدي محمد الراضي كنون الحسني الادريسي عن العلامة المقدم سيدي لحسن الفطواكي عن الامام العارف بالله سيدي محمد بن عبد الواحد النظيفي رضي الله عنه 

***

Saya (Ghozali) mendapatkan Ijazah Do'a ini dari Baginda K.H.Rizqi Dzulqarnain Ashmat Albatawi, MA (Mu'assis Yayasan Al-Mu'afah), melalui pesan WhatsApp, pada 21 Maret 2020, pukul 19:44 - 19:58 WIB, bertepatan dengan malam 27 Rajab 1441 H.

Penulis : Ghozali Hasan Siregar Almandili.

"Hal-Hal Yang Menyebabkan Membaca Qunut Nazilah Disetiap Waktu Shalat Maktubat (Shalat Wajib)."

Oleh : Al-Habib Geys Bin Abdurrahman Assegaf, Lc.

Berkata Al-Imam Muhyiddin Abu Zakaria Yahya Bin Syaraf Annawawi, didalam Kitab Al-Majmu', 3/474, Cetakan Maktabah Al-Irsyad (Jeddah) :

"و اما غير الصبح من المكتوبات فهل يقنت فيها فيه ثلاثة اقوال حكاها امام الحرمين و الغزالى و آخرون (الصحيح) المشهور الذي قطع به الجمهور ان نزلت بالمسلمين نازلة كخوف أو قحط أو وباء أو نحو ذلك قنتوا في جميعها و إلا فلا."

Artinya : "Apakah diselain Shalat Shubuh boleh menjalankan Qunut, maka ada tiga pendapat mengenai hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al-Imam Juwaini Al-Haramain, Al-Imam Ghazali, dan 'Ulama-'Ulama lain-nya :

"Pendapat Shahih (yang kuat), yang Masyhur (terkenal), yang diputuskan oleh mayoritas 'Ulama, 'Bila kaum Muslimin sedang ditimpa musibah seperti ketakutan, bencana, paceklik, wabah, dan sejenis-nya. Berqunutlah disetiap waktu shalat, bila tidak demikian, maka jangan (berqunut disetiap waktu shalat).'""

Wallahu A'lam.

Catatan : Pada foto dihalaman artikel ini terdapat teks Qunut Nazilah yang termaktub didalam Kitab Al-Bujairimii 'Alaal Khatiib, yang dibold (cetak tebal tulisan-nya).

Penulis : Ghozali Hasan Siregar Almandili.

Jumat, 20 Maret 2020

"Do'a Agar Menjadi Orang 'Alim (Ahli Ilmu), Dari Al-Habib Dr.Abdurrahman Bin Abdullah Assegaf, MA (Hadhramaut)."

Berikut ini adalah Do'a-Do'a yang Al-Habib Dr.Abdurrahman Bin Abdullah Assegaf, MA (Hadhramaut) ijazahkan pada saat menghadiri sebuah acara disalah satu Pondok Pesantren ditanah Jawa. Yang mana do'a-do'a ini apabila Istiqamah (continue) dibaca, maka yang membaca-nya pasti akan menjadi orang yang 'alim (ahli ilmu).

• Dibaca setiap pagi :

اللهم إني أسألك علما نافعا، و عملا متقبلا، و رزقا طيبا.

"Allahumma Innii As'aluka 'Ilmaan Naafi'aan, Wa 'Amalaan Mutaqabalaan, Wa Rizqaan Thayyibaan."

• Dibaca setiap selesai Shalat Fardhu :

رب زدني علما، و وسع لي في رزقي، و بارك لي فيما رزقتني، و اجعلني محبوبا في قلوب عبادك، و عزيزا في عيونهم، و الجعلني وجيها في الدنيا و الآخرة و من المقربين، يا كثير النوال، يا حسن الفعال، يا قائما بلا زوال، يا مبدئا بلا مثال، فلك الحمد، و لك المنة، و لك الشرف على كل حال.

"Rabbii Zidnii 'Ilmaan, Wa Wasi' Lii Fii Rizqii, Wa Baarik Lii Fiimaa Razaqtanii, Waj'alnii Mahbuubaan Fii Quluubi 'Ibaadika, Wa 'Aziizaan Fii 'Uyuunihim, Waj'alnii Wajiihaan Fiiddunyaa Wal Aakhirati Wa Minal Muqarrabiin, Yaa Katsiirannawaali, Yaa Hasanal Fi'aali, Yaa Qaa'imaan Bilaa Zawaalin, Yaa Mubdi'aan Bilaa Mitsaalin, Falakal Hamdu, Wa Lakal Minnatu, Walakasy-Syarafu 'Alaa Kulli Haalin."

Penulis : Ghozali Hasan Siregar Almandili.

Selasa, 17 Maret 2020

"Hukum Merubah Kalimat Adzan, 'Hayya 'Alaa Ash-Shalaah' Menjadi 'Shalluu Fii Rihaalikum'."

Oleh : Al-Ustadz H.Abdurrahman Djaelani, S.Sos.I.

Seorang Mu'adzin di Kuwait bergetar menangis karena harus mengganti kalimat Adzan 'Hayya 'Alaa Ash-Shalaah' dan 'Hayya 'Alaal Falaah' dengan kalimat 'Shalluu Fii Rihaalikum', yang artinya 'Shalatlah dirumah kalian.'

Ini karena kebijakan 'Lockdown' Pemerintahan Kuwait yang melarang warga-nya shalat berjama'ah di Masjid, kumpul ditempat keramaian, ke Mall, dan sebagai-nya. Sebagai antisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang berstatus 'Pandemi' dan 'Darurat Nasinoal (Di Indonesia)' pada Bulan Maret 2020.

Adzan ini memang tak lazim dizaman ini, meski diperbolehkan berdasarkan Hadits dari Ibnu Umar, bahwa Nabi SAW memerintahkan Mu'adzin menyerukan 'Shalluu Fii Rihaalikum' dimalam yang sangat dingin atau malam yang sedang turun hujan ketika Safar (sehingga tidak memungkinkan shalat berjama'ah di Masjid). [H.R.Bukhari dan Muslim].

Penulis : Ghozali Hasan Siregar Almandili.

"Shalat Dengan Shaff Yang Berjarak – Menyikapi Shaff Social Distancing Akibat Covid-19 (Virus Corona) Diawal Maret 2020."

Oleh : Al-Habib Geys Bin Abdurrahman Assegaf, Lc.

Menyendiri dari Shaff jama'ah hukum asal-nya 'dimakruhkan' dalam Madzhab Syafi'i, jadi tidak dianggap Mubthilat (yang membatalkan Shalat).

Dalam Kitab Fathul Mu'in, Hal.58, cetakan Darul Kutub Al-Islamiyah (DKI), Al-Imam Zainuddin Bin Abdul Aziz Al-Malibari Asy-Syafi'i, disebutkan :

"و كره لمأموم انفراد عن الصف الذي من جنسه إن وجد فيه سعة."

Artinya : "Dan dimakruhkan bagi Makmum menyendiri dari shaff yang mana sejenis dan dalam shaff tersebut masih ada ruang yang tersisa."

Apalagi disaat darurat virus yang dianggap membahayakan jiwa yang harus dijaga (حفظ  (النفس، tentu saja kemakruhan tersebut hilang dengan sendiri-nya.

Wallahu A'lam.

Penulis : Ghozali Hasan Siregar Almandili.